Bogor, Dit. BiMAK IPB – Dalam rangka mendukung program Rektor menuju 1000 Beasiswa, Bank Syariah Mandiri mengucurkan dana beasiswa “Beasiswa Santri dan Wirausaha” melalui Direktorat Pengembangan Bisnis dan Kewirausahaan IPB. Penyerahan beasiswa ini diberikan secara simbolis, Selasa, 19 Maret 2019 di Aula Senat Akademik Gedung Andi Hakim Nasution lantai 6 kampus IPB Dramaga.

Dalam penyerahan dihadiri oleh kepala cabang BSM Dramaga, Direktur Pengembangan Bisnis dan Kewirausahaan IPB, Sekretaris panitia pengalangan menuju 1000 beasiswa, dan 25 mahasiswa dan mahasiswi penerima beasiswa.

Beasiswa yang dikucurkan BSM untuk mahasiswa dan mahasiswi IPB sebesar 100 juta tiap semester. Direktur Pengembangan Bisnis dan Kewirausahaan IPB, Dr. Jaenal Effendi, MA. menuturkan bahwa beasiswa ini diberikan ke mahasiswa yang mempunyai background santri lulusan dari berbagai pondok pesantren di Indonesia yang setiap minggu mempunyai aktivitas ala pesantren.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada BSM atas kontribusinya ke IPB melalui Direktorat BiMAK. Ini adalah kesempatan emas bagi adik-adik selain mendapatkan beasiswa juga nanti bisa mendapatkan kesempatan magang di unit-unit bisnis yang dikelola BiMAK sehingga bisa menambah pengalaman.”, jelas Dr. Jaenal Effendi, MA.

Beasiswa ini memang sejak tahun lalu sudah diwacanakan oleh Rektor IPB dan BSM agar mampu membantu memaksimalkan mahasiswa yang mempunyai background santri akan tetapi keterbatasan dalam segi finansial untuk bisa berkembang di IPB.

BSM sendiri sudah menjadi mitra IPB secara resmi sejak tahun 2017. Maka dari itu harapan BSM dengan adanya beasiswa ini menambah motivasi mahasiswa untuk terus berkembang.

“Selain berkembang adik-adik bisa menjadi agentnya BSM, yaitu menjadi saksi kemudian menceritakan bahwa BSM adalah bank mitranya IPB dan konsen menyalurkan CSRnya ke mahasiswa IPB”, tutur Ahmad Yani, kepala cabang BSM Dramaga.

Panitia penggalangan 1000 beasiswa berencana mengumpulkan beasiswa minimal 1,5 milyar di tahun ini. BSM merupakan di dalamnya yang telah menyalurkannya.

Secara data distribusi mahasiswa IPB dari 47, 49 dan tahun kemarin kurang lebih 53% berasal dari kalangan kurang beruntung (menengah ke bawah). 1000 orang ditanggung dana bidikmisi dan 1000 orang masih harus dicarikan dari berbagai sumber.

“Dari tahun ketahun IPB menyeleksi mahasiswanya bukan dari kekayaannya akan tetapi dari segi kepintarannya. Dan sebagian besar berasal dari keluarga yang kurang mampu dari segi finansial, ini yang menjadi semangat kami untuk membantu mereka.”, jelas Dr. Ir. Dadan Hindayana.(AUN)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here